seedwaffle

Terlebih untuk Levi seorang, rasanya makin menyesakkan memikirkan Eren yang saat ini hilang entah di mana. Igauan Pieck sangat amat ia berharap hanyalah igauan tanpa arti. Ia masih meyakini Erennya masih bertahan di luar sana.

***

Babak akhir (final) (3/3) — Journey

—-Babak ini bakal panjang banget dan agak berat. Dikit-dikit aja bacanya. Enjoy reading. Tq—-

Disclaimer (TW dan CW akan disesuaikan per bagian adegan)

Pagi yang telah dinanti akhirnya datang kembali, cahaya menjadi penyegar bagi para manusia terisolir yang sedang ada di Gunung Koral setelah menghadapi berbagai permasalahan aneh dan tak masuk akal di malam tadi. Cahaya Mentari yang datang setidaknya bisa menjadi tali penarik semangat dan penambah kekuatan mental yang telah loyo beberapa hari terakhir. Kecuali Pieck yang sempat tak sadarkan diri dan Eren yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Semua orang merasa cukup lelah karena tak banyak beristirahat. Pieck yang meski semalam sakit, pagi ini terlihat sangat bugar, dan sepertinya ia tidak merasakan sesuatu hal yang janggal. Perempuan itu sangat amat berperilaku seperti biasa saja. Semuanya pun memutuskan untuk menyimpan rapat-rapat tentang ini, tanpa sedikit pun berniat untuk memberitahu Pieck.

Read more...

Lima belas menit berlalu, wajahnya sudah tidak tenang. Hatinya khawatir lagi setengah mati setelah kejadian Eren tersesat dan kejadian carriernya. Situasi kalut memenuhi hatinya, tak bisa menahan hingga ia membentak dan mencengkeram kerah baju Reiner.

“Eren di mana Reiner?!”

***

Bagian satu (2.5/3.0)

Keadaan seketika menjadi mencengkam, Levi saat ini terlihat benar-benar marah. Tak peduli dengan tubuh Reiner yang jauh lebih besar darinya, ia mencengkeram baju Reiner sampai dirinya menunduk menyamai tubuh Levi. Reiner sendiri tidak melawan sama sekali dan malah terlihat bersalah. Porco, Floch, dan Bertold yang kemudian berinisiatif mencoba untuk melerai keduanya, sedangkan Historia dan Pieck hanya terdiam takut.

Read more...

“Tolong kalau mampu jangan protes. Percaya saya, percaya insting saya. Kita akan beristirahat di pos lima saja.” Mereka semua mengangguk, tanpa banyak tanya. Semuanya seakan mengerti maksud Levi, tak lain dan tak bukan karena kejadian yang tadi menimpa Eren. ***

Babak dua (2/3)

Waspada. Semua anggota sangat berhati-hati. Perjalanan menuju pos lima semakin sulit, rute pendakian pun semakin sempit dengan vegetasi-vegetasi yang semakin rimbun. Jurang lebih sering terlihat di pelupuk mata, terasa sangat curam dan menyesakkan diri. Mereka berjalan tidak terlalu jauh antar satu sama lain. Seperti yang telah diperintahkan oleh Levi sebelumnya, formasi mereka berubah sehingga urutan mereka dari depan ialah Floch, Levi, Eren, Historia, Pieck, Porco, Reiner, dan Berthold.

Read more...

Babak Satu (1/3)

cw // myth

Dini hari setelah istirahat semalaman di posko pendakian, semua orang yang bergabung dalam tim pencarian bunga Reksa sudah bersiap. Mereka akan naik sebentar lagi, setelah semua administrasi selesai dilakukan dan setelah semuanya menghabiskan sarapan masing-masing di warung Indomie dekat posko. Mereka semua saling bercengkrama sembari menikmati makanan yang hangat. Beberapa ada yang mengirim sanak keluarga kabar kalau mereka akan mendaki sebentar lagi, tak terkecuali, Eren. Setelah ia sudah menyempati mengirim kabar pada Zeke dan sahabat-sahabatnya, Eren kemudian menghabiskan kopi hangat yang masih tersisa sedikit di gelasnya.

Semua persiapan telah selesai begitu pun masalah administrasi pencatatan data pendaki dan sarapan mereka. Setelahnya, mereka bergerak naik mendaki Gunung Koral. Gunung ini merupakan gunung yang masih asing untuk dijadikan ajang pendakian bagi pendaki, belum menjadi pilihan favorit. Sejauh mereka menginap dari semalam tidak ada pendaki lain yang datang, meskipun hari ini hari Sabtu, yang jika biasanya gunung lain sudah antre berjejeran para pendaki yang ingin menaklukan gunung tersebut hingga sampai puncak.

Read more...